<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-28763156</id><updated>2011-08-08T19:58:51.557+07:00</updated><category term='pileg'/><category term='Green and Clean'/><category term='FKM Undana'/><category term='ulang tahun ke-11 detikcom'/><title type='text'>Yendris-Fact-&amp;-Stories</title><subtitle type='html'>Shaloomm..
Blog ini hadir buat semua handai taulan, teman, sobat,sohib, sahabat, rekan, mitra, saudara, dan semua-semua...
sebagai tempat menyalurkan isi hati, doa, fakta, dan ide apapun...

Olehnya segala masukan dan kritik akan ditampung, dan yang baik akan di 'Store' dan yang tidak sesegera mungkin akan masuk di Recycle Bin...

"Mari jadikan segala sesuatu baik dan indah pada waktunya......"

Godblesz....</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://yendris.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28763156/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yendris.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Yendris Krisno Syamruth</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11655917171287931389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_LWRkhG4mD9E/SQAanIAW_XI/AAAAAAAAAAc/rfeYutZNHvA/S220/Yendris.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>16</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28763156.post-58475523495826037</id><published>2009-07-25T12:53:00.006+07:00</published><updated>2009-07-25T14:05:53.569+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ulang tahun ke-11 detikcom'/><title type='text'>Andaikan Tugas itu Tidak Ada...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_LWRkhG4mD9E/SmqoNKQOUjI/AAAAAAAAABE/9mnHIxpW_9c/s1600-h/Thesis+perpust+kamp+c.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_LWRkhG4mD9E/SmqoNKQOUjI/AAAAAAAAABE/9mnHIxpW_9c/s200/Thesis+perpust+kamp+c.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5362283250382164530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mengenalmu membuatku tersipu-sipu sendiri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berinternet, masih merupakan aktifitas aneh saat itu bagi sebagian besar mahasiswa seangkatanku waktu berkuliah di jenjang strata satu (FKM Universitas Hasanuddin-1998). Internet hanya merupakan kebutuhan pelengkap, bukan utama bagiku saat itu. Istilah-istilah seperti &lt;span style="font-style:italic;"&gt;chatting&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;browsing, upload,E-mail,&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;milis&lt;/span&gt;, sepertinya membuatku berada pada suasana keterasingan, manakala beberapa orang teman kuliah mendiskusikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sedikit berlagak acuh, kupendam rasa keingintahuan dan ketertarikanku, ketika beberapa orang teman kuliah mengajakku mencoba jasa internet dekat kampus, menunggu kuliah berikutnya dimulai. Hmm, selain benar-benar gagap, aku berusaha untuk menolak ajakannya dan berusaha menyembunyikan rasa malu kepada temanku itu, apalagi saat itu jasa internet masih terbilang mahal dan biaya hidup juga pas-pasan, apalagi yang familiar dengan internetpun terhitung baru satu dua orang saja, pikirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga pada suatu saat, ketika salah seorang dosen Mata Kuliah Epidemiologi Penyakit Tidak Menular Ibu DR.Ida Leida,MKM memberikan tugas kepada kami untuk mencari artikel ilmia dalam jurnal terbaru via internet dan memberikan ulasan lalu mengirimkannya dalam bentuk softcopy via e-mail pribadinya, yang lengkap dengan  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;deadline&lt;/span&gt; waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya,dengan mengandalkan jasa teman-teman, aku memberanikan diri berselancar menggunakan internet bersama mencoba berinternetan, keunikan dan kelucuan yang bagiku merupakan kenangan indah yaitu sampai harus setiap saat memperhatikan jam dinding dengan pertimbangan kekhawatiran apabila &lt;span style="font-style:italic;"&gt;masa orientasi&lt;/span&gt; terhadap jasa 'aneh' ini melewati waktu tarif pengelola, sekali-kali kumemanggil pengelola, apabila teman yang mengajariku menemui hambatan, atau bahkan terjadi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;hang&lt;/span&gt; dan koneksi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;error&lt;/span&gt; sampai-sampai pengelola memandang lucu kepada kami. Lucu memang, kadangkala ku tertegun apa dan bagaimana  fasilitas seperti ini dapat menghubungkan semua insan di belahan bumi manapun, hanya dengan satu dua ayunan langkah jari tangan menekan papan tuts.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu  kisah terindah yang tidak akan terlupa, sekalipun tanggal pastinya kulupa. Kenangan berselancar membuat e-mail, mengirim, berselancar, dan juga mengobrol (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;chatting&lt;/span&gt;) dengan bantuan temanku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama setelah itu, aku berusaha untuk mempelajari berbagai hal menyangkut dunia maya dan perkembangannya. Hingga aku memiliki kebiasaan yang menurutku mengarah ke arah kecanduan untuk ke internet dan menjelajahi berbagai portl yang ada, dan yang paling sering ku akses adalah mesin pencari (Google) untuk tujuan yang bermacam-macam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat blog pun bagiku terasa lebih mudah ketika dengan ringannya ku ketikkan sepenggal kata bantu :panduan membuat blog pribadi. dari manual itulah aku belajar membuat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;blog&lt;/span&gt;, dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;blog&lt;/span&gt; itu bertahan hingga saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagiku, pengalaman-pengalaman ini mungkin tidak akan menjadi cepat terwujud andaikan saja tugas dari dosen itu tidak sempat diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku teringat kenangan itu dan akan selalu kujadikan pengalaman buat generasi-generasi mendatang, bahwa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;online&lt;/span&gt; itu terkadang dimulai dari &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;sesuatu yang dipaksakan&lt;/span&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Yendris Krisno Syamruth
Jurusan Epidemiologi/Biostatistika
FKM Undana Kupang
Jl.Jenderal Soeharto No.72 Naikoten 1 Kupang-NTT
85117
Phone/mobile:+62380821410/+6281339420482
e-mail:ninochenk@yahoo.com
IM/YM:nino_kris06
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28763156-58475523495826037?l=yendris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yendris.blogspot.com/feeds/58475523495826037/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28763156&amp;postID=58475523495826037&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28763156/posts/default/58475523495826037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28763156/posts/default/58475523495826037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yendris.blogspot.com/2009/07/andaikan-tugas-itu-tidak-ada.html' title='Andaikan Tugas itu Tidak Ada...'/><author><name>Yendris Krisno Syamruth</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11655917171287931389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_LWRkhG4mD9E/SQAanIAW_XI/AAAAAAAAAAc/rfeYutZNHvA/S220/Yendris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_LWRkhG4mD9E/SmqoNKQOUjI/AAAAAAAAABE/9mnHIxpW_9c/s72-c/Thesis+perpust+kamp+c.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28763156.post-4826001557199416108</id><published>2009-05-16T10:21:00.002+07:00</published><updated>2009-05-16T10:26:26.968+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pileg'/><title type='text'>caleg pohon (mengawal pileg 09-,opini timex)</title><content type='html'>SEHATKAH PILIHAN ANDA? &lt;br /&gt;(Refleksi Atas Para CALEG Pohon)&lt;br /&gt;Oleh : Yendris K. Syamruth, S.KM., M.Kes*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Euforia pemilihan umum (pemilu) menjadi semakin hangat di detik-detik adventus pesta demokrasi yang menyisakan dua pekan lagi, khususnya bagi kita konstituen (konsumen pemilu). Kehangatan pesta itu membuncah menyisakan sebuah pertanyaan cukup menegangkan. Bagaimana dan siapa yang berhasil menduduki ‘kursi panas’ wakil rakyat di negeri ini kelak?&lt;br /&gt;Poster, sticker, dan baliho (banner), baik dalam ukuran kecil hingga berukuran raksasa tersaji menyemarakan suasana penuh aroma kompetisi ini, yang serta merta menimbulkan sebuah persepsi baru di tengah situasi penuh dengan janji dan aroma kompetisi, yaitu persepsi akan seronoknya kota. Terlepas dari itu, Penulis mengajak kepada semua konsumen politik dalam pemilu untuk mengedepankan cita rasa konsumen yang tulus berdasar nurani dalam mencicipi ‘aroma dan makanan’ yang akan dan sementara disajikan kepada kita.&lt;br /&gt;Hemat Penulis, berhati-hatilah karena dapat saja makanan politis itu tidak sehat, kadaluarsa ataupun mengandung racun mematikan. Lihat saja pada indikasi dan pelabelan yang disajikan para Calon Anggota Legislatif (Caleg). Apakah para calon tertib dan beretika dalam melabelisasi diri melalui atribut dan baliho?Apakah para caleg itu benar-benar sehat dan menyayangi alam sekitar termasuk pohon-pohon pelindung, yang mungkin saja usia pohon itu seumuran bahkan lebih daripada usia caleg itu sendiri?&lt;br /&gt;Memang menarik dan menjadi sebuah tren untuk pemilu kali ini, dengan semaraknya pelabelan diri lewat banner yang dengan sengaja ditempelkan pada tempat-tempat strategis, termasuk pohon pelindung. Pohon yang menjadi tumpuan reduksi zat karbon.&lt;br /&gt;Pohon pada dasarnya adalah organisme yang secara langsung tumbuh dan hidup dan merupakan tanggungjawab penghuni bumi untuk melindunginya, termasuk perkembangannya dengan tidak membiarkan tumbuh semrawut, tidak menancapkan paku pada batangnya untuk melakukan promosi, tidak mengelupasi kulit batangnya dengan serampangan (kecuali untuk ramuan obat). Bahkan, jika dirasa perlu pohon-pohon diberikan label (biasanya dalam bahasa latin) untuk menjadi pengenal bahwa pohon tersebut bernama atau memiliki identitas. &lt;br /&gt;Sayangnya, yang terjadi dan menjadi amatan Penulis saat ini, pohon-pohon di kota ini telah dilabelisasi menjadi ‘Pohon CALEG’ dengan embel-embel atribut politis lainnya.  Pohon yang biasanya dilabelisasi dengan istilah tatanama ilmiah (nomenklatur binomial) temuan Carolus Linaeus, berubah nama menjadi POHON CALEG beridentitas politis berikut gambar diri dari pohon tersebut dihiasi janji-janji pemanis. Seakan menggelitik kita, bahwa apakah nama pohon ini sudah berubah dari seharusnya Angsana, Jati, Mahoni, Gamal, Akasia, Lamtoro, lalu menjadi Si-A, Si-B, Si-C lengkap dengan daerah pemilihan, daftar nomor urut, dan gombalisasi lain. Sebuah ironi di tengah menghangatnya semangat menghijaukan Kota Karang ini. Pohon Caleg sekarang ramai ditanam menjadi komoditi, entah kapan paku-paku itu terus menancapinya, lalu berapa waktu kemudian teroksidasi dan paku itu berkarat lalu menjadi titik mula pembusukkan batang, yang dapat saja mematikan Si-Pohon itu.  Pohon yang mendermakan oksigen bagi umat manusia, tanpa kecuali si-Caleg yang bertengger di batangnya. Lalu ketika pohon yang benar-benar itu mati apakah Si-Pohon Caleg mampu menggantinya lewat fungsi budgetting di kursi-kursi yang diperebutkannya? Sederhananya, Pohon Caleg dapat saja berubah menjadi CALEG Pohon, dimana caleg yang hanya mau di ‘atas’ pohon dan tidak mau turun melihat lingkungan riil tempatnya tumbuh dan mengakar. Yah, semoga konsumen politis mencermatinya dengan bijak. Perusak alam kok dipilih?&lt;br /&gt;Sebagai praktisi, kami melihat banyaknya perusakan yang terjadi karena ketidaktahuan dan ketidaktegasan pihak terkait.  Aturan pengawasan tentang tatacara labelisasi dan promosi diri jelas ada, namun pihak-pihak yang terkait seakan menutup mata dan menganggapnya sepele dan lazim, lazim sampai pohon-pohon tumbang atau mati. Di tangan konsumen pemilulah semua kembali. &lt;br /&gt;Sedikit bergeser, hal terpenting pula yaitu apakah dalam benak dan rasio para Caleg (termasuk Caleg POHON) benar-benar mengerti senyatanya proses yang akan dan harus dilakukan di ’kursi-kursi panas’ yang hari ini mereka kompetisikan? Berkaca pada pengalaman-pengalaman lalu, di beberapa daerah dijumpai bahwa persoalan kemasyarakatan berikut tataaturan legislatif, lalulintas fungsi dan kewajiban, barulah Caleg sadari dan ketahui serta dipelajari ketika Caleg tersebut sudah berada di dalam legislatif, bukan jauh-jauh hari ketika niat menjadi caleg terakomodir. Sehingga, yang kerap terjadi adalah konflik kepentingan yang berakar dari ketidaksiapan dan ketidaktahuan mengenai apa yang menjadi fungsi, wewenang, dan tanggungjawab kepada konstituennya setelah ia duduk menjadi anggota legislatif. Hal ini yang menjadi biangnya. Bahkan, parahnya lagi banyak caleg yang duduk pada komisi yang tidak sesuai dengan kompetensi keilmuannya. Pada akhirnya,  ketika ekskutif menyodorkan program, yang terjadi politisasi yang terpolitisir dan biasa dikenal politik ’dagang sapi’ ataupun arogansi status. Hal ini, menjadi jawaban atas fakta dan harapan konstituen dewasa ini bahwa seharusnya Caleg bisa lebih baik. Yang menjadi pertanyaan siapa yang membekali para caleg? Langit di atas sana seakan menanti sebuah perubahan untuk NTT lebih sejahtera ke depannya.&lt;br /&gt;Kepada siapapun yang menjadi konsumen politik, kecap dan lihatlah betapa baiknya Caleg yang tidak merusak pohon sebagai lingkungan yang mentransformasi karbon (CO2)menjadi oksigen (O2) yang bersama kita hirup tanpa pandang status. Pilihlah Caleg yang sayang konstituen, pilihlah caleg yang sayang pohon, tetapi hati-hati memilih caleg pohon yang awalnya melabelisasi diri menjadi Pohon Caleg.&lt;br /&gt;Selamat mengkonsumsi janji dan propaganda dan berhati-hatilah mencontreng, jangan mencoreng nasib anak cucu dan generasi kita, yang juga masih butuh oksigen!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Yendris Krisno Syamruth
Jurusan Epidemiologi/Biostatistika
FKM Undana Kupang
Jl.Jenderal Soeharto No.72 Naikoten 1 Kupang-NTT
85117
Phone/mobile:+62380821410/+6281339420482
e-mail:ninochenk@yahoo.com
IM/YM:nino_kris06
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28763156-4826001557199416108?l=yendris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yendris.blogspot.com/feeds/4826001557199416108/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28763156&amp;postID=4826001557199416108&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28763156/posts/default/4826001557199416108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28763156/posts/default/4826001557199416108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yendris.blogspot.com/2009/05/caleg-pohon-mengawal-pileg-09-opini.html' title='caleg pohon (mengawal pileg 09-,opini timex)'/><author><name>Yendris Krisno Syamruth</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11655917171287931389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_LWRkhG4mD9E/SQAanIAW_XI/AAAAAAAAAAc/rfeYutZNHvA/S220/Yendris.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28763156.post-6809567206401926644</id><published>2008-10-23T13:39:00.003+07:00</published><updated>2008-10-23T13:46:22.105+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green and Clean'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FKM Undana'/><title type='text'>Menyiasati Ancaman Kesehatan Global</title><content type='html'>OPINI (termuat di harian TIMOR EXPRESS per Jumat 26 Sept 2008 Hal.OPINI;dan dapat juga diakses di www.timorexpress.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menyiasati Ancaman Kesehatan Global&lt;br /&gt;(Menyongsong Kupang Green And Clean 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Yendris K. Syamruth, S.KM., M.Kes *)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada peringatan hari kesehatan sedunia April lalu Badan kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) mengetengahkan tema yang masih segar dalam pergulatan isu global hingga detik ini dalam sebuah tajuk, yaitu: ‘Protecting Health from Climate Change’ (www.who.int.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Implikasi kebijakan yang diharapkan dari isu tersebut menitikberatkan kepedulian segala lini dan stratifikasi sosial pada efek dari perubahan iklim yang akhir-akhir ini menjadi isu sentral bagi dunia di berbagai forum. Semua komponen digugah akan kepedulian yang lebih intens menghadapi berbagai ancaman bagi kesehatan penduduk dunia. Bahkan, sebuah Panel PBB yang melakukan pengamatan terhadap permukaan es di kutub mendapati telah terjadinya pelelehan dan keretakan dalam volume yang luas yang dapat saja berimplikasi akan kenaikan muka air laut dan bahkan mengancam dapat menenggelamkan pulau-pulau kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta Empiris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naiknya suhu muka bumi dan perubahan iklim dunia juga memiliki kecenderungan meningkatkan insidensi berbagai masalah kesehatan, sebut saja meluasnya kasus gizi buruk sebagai akibat gagal panen dan paceklik yang panjang, meluasnya penyakit infeksi sebagai akibat media dan kultur hidup vektor penyakit yang semakin memungkinkannya hidup (enabling factors), meningkatnya krisis air dunia, dan berbagai ancaman lain yang hadir sebagai implikasi dari perubahan iklim global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya kejadian akhir-akhir ini seakan menjadi pembenaran akan datangnya ancaman itu, misalnya saja kejadian yang terekam di media pada 30 Maret 2008 lalu di Bandung, yaitu turunnya hujan es selama 15-20 menit, atau berbagai kasus malapetaka seperti banjir Jakarta, banjir di Madiun, tanah longsor di Manggarai dan Ende, Abrasi pantai di bibir kota tua Kupang/LLBK dan juga di Maumere, KLB Gizi buruk di Kabupaten Rote Ndao dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak yang dirugikan (baca: masyarakat) seakan meratapi nasib tanpa mencoba merefleksi diri akan segala perilaku merugikan yang telah dan sedang dilakukan, yang tanpa disadarinya sebagai katalisator petaka yang dialami itu. Perilaku sekali lagi menjadi sorotan utama secara global, kebebalan perilaku penduduk dunia menjadikan segala ancaman tersebut semakin memungkinkan terjadi. Kepanikan yang ada belum menjadi perhatian bersama. Masih menjadi kepanikan sebagian kalangan. Sampai kapan berakhir?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Momen yang tepat untuk kembali menata rumah bersama ini (baca: dunia) kerapkali terlewatkan oleh tingkah konsumtif dan euphoria hedonisme sebagian kalangan. Penggunaan bahan dan alat rumah tangga yang ramah lingkungan, penanaman pohon, penghematan energi listrik, hanya dilakukan dan menjadi kesadaran sesaat, tanpa tindakan yang berkelanjutan, padahal pada tindakan yang berkelanjutanlah efek perubahan iklim diyakini mampu diminimalisir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusi global di berbagai forum internasional saat ini mengarustengahkan isu pemanasan global, efek yang ditimbulkan bagi penduduk dunia termasuk negeri, provinsi, dan juga kota kita merupakan ancaman bagi kita tentunya. Langkah-langkah antisipatif bersifat preventif menjadi panasea yang tepat menghadapi isu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyadaran Personal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah langkah praktis yang dapat diambil adalah dimulai dari diri sendiri sebagai pilar utama dengan menempatkan kembali kesadaran personal (self-awareness) penduduk dunia dengan perilaku menjaga diri dan lingkungan sekitar tetap bersih, sehat, dan menggunakan bahan dan peralatan yang ramah lingkungan, penggunaan bahan organik, peralatan yang dapat didaur ulang, serta membiasakan diri untuk tidak toleran terhadap perilaku merusak lingkungan sekitar.&lt;br /&gt;Pergulatan implikasi praktis ini mendorong ke arah penyadaran serentak di tataran elit hingga ke masyarakat bawah, tersembullah ide kegiatan Kupang Green and Clean yang segera dihelat. Dan gayung itupun setidaknya tersambut untuk aras kota kita, yang terkenal pada Kota berciri KASIH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kegiatan itu akan memicu kesadaran kelompok, minimal di lingkup rumah tangga, RT, dan/atau RW untuk tetap menggalakkan kesadaran terhadap perilaku menjaga lingkungan tetap hijau, memanfaatkan lingkungan dan sumberdaya alam dengan lebih bijak. Mengingat Kota Kasih dengan topografi khas dan cenderung beriklim tropis semiringkai dengan curah hujan yang sedikit, hematnya lebih gencar melakukan berbagai tindakan preventif seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, dari kegiatan tersebut dimungkinkan terpicunya berbagai kegiatan berbasis lingkungan lainnya seperti gerakan penanaman pohon produktif di semua kawasan, gerakan Jumat bersih di instansi pemerintah, gerakan penggunaan bahan organik di bidang pertanian, monitoring pemakaian pestisida dan insektisida di sentra pertanian, pengawasan kebakaran lahan, dan suplai air bersih yang memadai, serta deretan pekerjaan rumah lainnya yang tampaknya praktis dan mendatangkan keuntungan bersama, minimal mencegah berkurangnya penipisan ozon di atas langit biru NTT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Himbauan, tindakan advokasi, dan sosialisasi agar penduduk dunia menjalin kebersamaan holistik dalam menanggapi isu ini, dengan tetap terus berupaya menimilisir efek perubahan iklim dunia melalui tindakan-tindakan nyata sudah sangat sering didendangkan. Tampaknya melalui KGC penyadaran ulang akan pentingnya pemanfaatan alam sekitar secara lebih bijak telah terjadi lagi. Pada tataran akademis, kegiatan ini menjadi medan layan menuju siklus sublimasi keilmuan yang berdampak nyata bagi akademisi pula, olehnya dukungan akademisi bukanlah keniscayaan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menutup tulisan singkat ini, penulis berharap kekhawatiran penduduk dunia sedikit akan beranjak pergi seiring dengan ayunan langkah optimis penduduk dunia dan juga penduduk Kota Kupang menapaki kehidupan senyatanya dengan kesadaran diri yang penuh akan hadirnya langit dan bumi baru yang tidak hanya berada dalam awang-awang, akan tetapi membumi di bumi NTT, di Kota ini, dan di dalam diri rakyat flobamora. Olehnya, kearifan dirilah menjadi ’batu penjuru’ menuju kearifan lokal yang hulunya kearifan berkelas global demi sebuah tatanan masyarakat yang lebih baik, paling tidak lebih hijau dan lebih bersih daripada setahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Penulis adalah Staf Pengajar Jurusan Epidemiologi dan Biostatistika -FKM Undana&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Yendris Krisno Syamruth
Jurusan Epidemiologi/Biostatistika
FKM Undana Kupang
Jl.Jenderal Soeharto No.72 Naikoten 1 Kupang-NTT
85117
Phone/mobile:+62380821410/+6281339420482
e-mail:ninochenk@yahoo.com
IM/YM:nino_kris06
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28763156-6809567206401926644?l=yendris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yendris.blogspot.com/feeds/6809567206401926644/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28763156&amp;postID=6809567206401926644&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28763156/posts/default/6809567206401926644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28763156/posts/default/6809567206401926644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yendris.blogspot.com/2008/10/menyiasati-ancaman-kesehatan-global.html' title='Menyiasati Ancaman Kesehatan Global'/><author><name>Yendris Krisno Syamruth</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11655917171287931389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_LWRkhG4mD9E/SQAanIAW_XI/AAAAAAAAAAc/rfeYutZNHvA/S220/Yendris.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28763156.post-6819638219541727479</id><published>2007-09-27T12:40:00.000+07:00</published><updated>2008-12-12T18:49:41.435+07:00</updated><title type='text'>Terkondisi atau dibiasakan?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_LWRkhG4mD9E/RvtDPFTEUvI/AAAAAAAAAAM/QJ0jZCRT30Q/s1600-h/Berak.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_LWRkhG4mD9E/RvtDPFTEUvI/AAAAAAAAAAM/QJ0jZCRT30Q/s320/Berak.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5114755728208581362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yeah.. kesal juga denganperilaku kayak begini (lihat image) knapa ya sedari kecil dah dikondisikan seperti itu.. malah aku berpikir itu mah bukan terkondisi tapi dibiasakan..&lt;br /&gt;Alhasil lahirlah insan2 yang seenak udel mereka sendiri..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana Global warming mau dibahs yang segini aja dulu deehh..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Yendris Krisno Syamruth
Jurusan Epidemiologi/Biostatistika
FKM Undana Kupang
Jl.Jenderal Soeharto No.72 Naikoten 1 Kupang-NTT
85117
Phone/mobile:+62380821410/+6281339420482
e-mail:ninochenk@yahoo.com
IM/YM:nino_kris06
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28763156-6819638219541727479?l=yendris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yendris.blogspot.com/feeds/6819638219541727479/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28763156&amp;postID=6819638219541727479&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28763156/posts/default/6819638219541727479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28763156/posts/default/6819638219541727479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yendris.blogspot.com/2007/09/terkondisi-atau-dibiasakan.html' title='Terkondisi atau dibiasakan?'/><author><name>Yendris Krisno Syamruth</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11655917171287931389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_LWRkhG4mD9E/SQAanIAW_XI/AAAAAAAAAAc/rfeYutZNHvA/S220/Yendris.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_LWRkhG4mD9E/RvtDPFTEUvI/AAAAAAAAAAM/QJ0jZCRT30Q/s72-c/Berak.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28763156.post-158027369073577353</id><published>2007-05-07T15:03:00.000+07:00</published><updated>2007-05-07T15:13:16.557+07:00</updated><title type='text'>Opini NTT Pos Agustus 2006</title><content type='html'>Mewaspadai Pandemi Avian Influenza&lt;br /&gt;Oleh: Yendris  K. Syamruth *)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya ‘perbendaharaan’ permasalahan penyakit dalam bidang kesehatan masyarakat di tanah air semakin hari semakin bertambah. Seiring dengan merebaknya berbagai kasus-kasus penyakit langka dewasa ini.  Bahkan, tidak menutup peluang untuk mewabah di sekeliling kita. Salah satu kasus penyakit langka dan juga menyedot perhatian pemerintah pusat dan global, yaitu Avian Influenza (AI) atau lebih dikenal dengan “flu burung”. Meskipun menurut hemat penulis, istilah tersebut kurang tepat, karena mengkooptasi pemikiran bahwa hanya burung yang berisiko tertular dan sebagai penular. Padahal hewan ternak seperti unggas (bebek, ayam, itik, atau angsa) dan kucing serta babi juga merupakan inang perantara (host) dan resevoar virus ini.&lt;br /&gt;Sebenarnya, AI bukanlah sebuah strain penyakit yang baru dijumpai akhir-akhir ini saja. Badan kesehatan dunia (WHO) telah melaporkan dapat mendeteksi penyakit ini sejak tahun 1955. Hanya saja, saat itu dugaan terbatas bahwa penyakit tersebut hanya menyerang unggas dan ayam (aves). WHO melaporkan kala itu AI di sebabkan oleh virus Influenza tipe A, dan yang berperan sebagai inang perantara (host) adalah bebek dan burung-burung liar yang lambat laun menulari unggas-unggas pada sentra-sentra pemeliharan ternak domestik. Hingga pada tahun 1959 mulai dideteksi telah mulai menulari manusia di Amerika Serikat dengan tipe Virus H2N2. AI ini mulai menjadi perhatian global kembali sejak tahun 1997 saat terjadi wabah AI di Hongkong dengan tipe virus H5N1 yang juga menyebar di kawasan Asia sekitarnya. Selanjutnya, dilaporkan pula mulai memasuki tanah air sejak 2003 dan mulai menghebohkan negeri kita pada Juni-Juli 2005 (kasus Tangerang) hingga saat ini. Menyikapi kenyataan ini, pemerintah pusat melalui Menteri Kesehatan (MENKES) mengeluarkan sebuah Surat Keputusan (SK) bernomor : 1371/MENKES/SK/IX/2005, yang menyatakan bahwa AI sebagai penyakit berpotensi wabah. Lalu, disusul kemudian dengan SK MENKES Nomor 1371 /MENKES/SK/IX/2005, dengan isinya antara lain, yakni penetapan AI sebagai KLB Nasional. Kekhawatiran akan ancaman yang selanjutnya lebih luas dan hebat inipun yang mendasari penulis untuk menurunkan tulisan ini.&lt;br /&gt;Para ahli lintas sektoral, di antaranya para tenaga kesehatan, dokter/dokter ahli paru, dinas peternakan, dinas kesehatan, dan praktisi kesehatan masyarakat berlomba-lomba mencari solusi mencegah meluasnya persebaran dan penyebaran AI ini di negeri kita. Berbagai simposium dan seminar serta lokakakarya telah digelar. Dalam catatan penulis yang sempat terekam, seluruhnya mengerucut pada pentingnya sebuah kewaspadaan pada sebuah ancaman baru, yaitu kemungkinan terjadinya pandemi AI di negeri kita. &lt;br /&gt;Beberapa literatur terkini menuliskan bahwa persebaran paling berisiko tinggi terjadi dan dimulai pada daerah-daerah dan wilayah peternakan unggas, salah satu sentra peternakan unggas. Sentra peternakan termasuk unggas negeri kita adalah Bumi Flobamora ini. Pada galibnyalah kita turut memikirkan dan mencari solusi mencegah persebaran AI ini. Para ahli memprediksi bahwa sepuluh hingga sebelas bulan ke depan penularan AI yang tadinya hanya dari ungas ke unggas dan atau unggas ke manusia dapat berubah pola dari manusia ke manusia (Claster). Prediksi ini semakin diyakini kebenarannya setelah diamati di laboratorium WHO di Hongkong (khususnya pada biakan virus) telah diidentifikasi terjadinya mutasi genetik pada virus ini, dari tipe virus yang awalnya menyerang pada tahun 1997 dan yang ditemukan pada tahun 2005 (Wulandari L., 2006). Ketika hal ini terjadi, maka ancaman terjadinya pandemi AI sangat sukar terbendung. Bagian Ilmu Penyakit Paru Fakultas Kedokteran (FK) Unair dan RSUD Dr. Soetomo Surabaya sebagai salah satu Rumah Sakit rujukan pelayananan pasien suspek AI Indonesia Timur pun mencatat hingga akhir Maret 2006 jumlah penderita terkonfirmasi di Indonesia telah mencapai 29 orang dengan 22 orang di antaranya telah meninggal dunia. Dilaporkan terakhir oleh media massa di bulan April telah ditemukan kasus yang lagi-lagi menelan satu korban di Semarang (Kompas,27 April 2006). &lt;br /&gt;Diagnosa klinis AI sendiri terdiri atas empat tipe/kasus, yaitu: Penderita dalam penyelidikan, Kasus Possible AI, Kasus Probable AI, dan Kasus Terkonfirmasi (Confirmed). Adapun gejala-gejala yang menyertainya seperti demam dengan temperatur  tubuh ≥ 380C, batuk, lemas, nyeri tenggorokan, perdarahan hidung dan gusi, sakit kepala, tidak ada nafsu makan, diare, dan sesak nafas. Gejala-gejala tersebut bervariasi dan tidak harus semua gejala ada, dapat berbeda dari orang ke orang. Virus ini menyebar melalui kotoran atau sekreta unggas, mencemari udara dan tangan penjamah. Jadi, kekhawatiran akan mengkonsumsi daging ayam dan atau burung yang telah dimasak matang dan baik dapat ditepis.&lt;br /&gt;Sifat-sifat virus ini antara lain, yaitu dapat mati pada suhu 56oC selama 3 jam atau 60oC dalam 30 menit, hidup pada suhu sejuk, dalam air dengan suhu 220 C bertahan hingga 4 hari, dan pada temperatur 00C tahan sampai &gt; 30 hari.&lt;br /&gt;Merupakan sebuah realita di negeri kita, bahwa seringkali terjadi kesalahan persepsi dan deteksi akan masalah flu burung ini. Baik yang datangnya dari pihak peternak, terlebih dari pihak petugas itu sendiri. Masih banyaknya kesimpangsiuran akan deteksi unggas yang suspek mengidap AI menyebabkan kekaburan informasi dan pada akhirnya menimbulkan kerugian bagi peternak dan pedagang daging unggas. Misalnya saja, ketika suatu saat unggasnya ditemukan mati mendadak (mungkin saja akibat penyakit Tetelo,-pen) langsung diduga AI. Padahal, belum tentu kematian itu disebabkan oleh virus AI. Pemeriksaan laboratoriumlah yang dapat menentukkan apakah unggas tersebut mengandung virus H5N1. Kabarnya, pemerintah telah mengalokasikan alat deteksi cepat AI (diagnostic kit) bagi ternak suspek untuk dinas-dinas terkait. Harapan kita, peruntukkan dan pemanfaatannya tepat sasaran dan tepat fungsi.&lt;br /&gt;Pengambil kebijakan pada level provinsi hingga daerah dari segala lintas sektor dituntut agar lebih jeli melihat dan mewaspadai pandemi ini. Perlunya surveilens yang baik dengan didukung adanya kesiapan regulasi dari pemerintah melalui satuan-satuan kerja semacam tim kerja (Task Force) sudah saatnya digagas, demi menangkal persebaran virus ini. Kalaupun hal ini telah difikirkan dan tinggal menunggu untuk direalisasikan, hendaknya dipastikan tidak sampai terlambat dan menunggu sampai ada warga yang menjadi korban. Tentunya, kita tidak akan mengulang kesedihan yang melanda Spanyol dan berbagai belahan dunia pada tahun 1918 yang merenggut korban hingga 40 juta jiwa melalui Pandemi Influenzanya kala itu.&lt;br /&gt; Mewaspadai ancaman AI ini memerlukan langkah bijak yang oleh beberapa pakar kedokteran hewan dan paramedis pun setuju, yaitu perlunya perhatian akan “Regulasi dan Sekresi”. Regulasi, maksudnya perhatian dari pemerintah (policy-maker), dalam hal ini dinas dan instansi terkait, serta seluruh komponen masyarakat disertai pula perhatian pada Sekresi hewan-hewan unggas peliharaan kita, yaitu kotoran / tinja ternak unggas kita.&lt;br /&gt;Pola hidup bersih dan sehat diyakini sebagai penangkal utama persebaran AI. Melalui kebersihan diri (personal hygiene), yaitu dengan selalu menggunakan sabun dan antiseptik ketika mencuci tangan dan peralatan makan, menghindari kontak dengan unggas tanpa Alat Pelindung Pribadi (APP), vaksinasi unggas serta mengkonsumsi makanan bergizi tinggi. Bagi penggemar daging unggas tidak perlu panik. Begitupun peternak dan masyarakat sekitarnya.  Upaya preventif yang dapat dilakukan selain yang telah disebutkan terdahulu antara lain adalah pemberian vaksin pada peternak dan pekerja di bidang peternakan yang bersentuhan langsung dengan ternak. Biosecurity hewan ternak dan lingkungan dengan penyemprotan (desinfectan spraying). Isolasi dan depopulasi ternak tertular. Mengolah dan memasak dengan benar daging unggas untuk konsumsi pada temperatur ≥ 850C, konsumsi makanan kaya antioksidan, penyelenggaraan sistem surveilans flu burung di setiap wilayah, dan diseminasi informasi AI pada masyarakat awam, serta partisipasi aktif semua pihak. Penggunaan obat antiviral profilaksis yang dianjurkan semisal Oseltamivir (Tamiflu R) pada masyarakat/pasien terkonfirmasi dianjurkan oleh WHO. Nah, bagaimana dengan Flobamora? Seberapa siapkah Flobamora secara keseluruhan bergantung pada kewaspadaan setiap pribadi kita semua dahulu. Sudah siapkah Anda?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Yendris Krisno Syamruth
Jurusan Epidemiologi/Biostatistika
FKM Undana Kupang
Jl.Jenderal Soeharto No.72 Naikoten 1 Kupang-NTT
85117
Phone/mobile:+62380821410/+6281339420482
e-mail:ninochenk@yahoo.com
IM/YM:nino_kris06
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28763156-158027369073577353?l=yendris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yendris.blogspot.com/feeds/158027369073577353/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28763156&amp;postID=158027369073577353&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28763156/posts/default/158027369073577353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28763156/posts/default/158027369073577353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yendris.blogspot.com/2007/05/opini-ntt-pos-agustus-2006.html' title='Opini NTT Pos Agustus 2006'/><author><name>Yendris Krisno Syamruth</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11655917171287931389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_LWRkhG4mD9E/SQAanIAW_XI/AAAAAAAAAAc/rfeYutZNHvA/S220/Yendris.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28763156.post-1016078832523009959</id><published>2007-05-07T14:49:00.000+07:00</published><updated>2007-05-07T14:51:40.934+07:00</updated><title type='text'>Brainstorming Gizi</title><content type='html'>GIZI BURUK :&lt;br /&gt;Antara Kesadaran, Kompensasi, dan Resentralisasi )* &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; BAGAIKAN sebuah tamparan keras menghentak, ketika kasus gizi buruk (baca:busung lapar) yang sedang kita alami menjadi konsumsi publik di seluruh pelosok negeri ini. Yah, tamparan keras! Tamparan yang juga dirasakan oleh anda dan saya, bagi bapa, mama, kaka, adi, beta, lu, dan kitong apa dan dimanapun posisi kita. Mengapa? Di dalamnya tersirat ‘aib’ yang sukar untuk dilukiskan. Betapa tidak, negeri yang kaya dengan sumber daya ini, kaya dengan batu berwarna, kaya dengan ternaknya, harum mewangi dengan cendananya, memiliki ahli nanoteknologi, dan sederet kebanggaan lain yang jarang dan tak banyak dijumpai di belahan negeri ini, namun seakan dianggap tidak mampu menopang keberlangsungan kehidupan rakyatnya dalam satu pemenuhan elemen mendasar dalam hidup. Mendasar dan mendesak, pemenuhan dan ketersedian pangan yang adequate komposisinya. Media massalah yang pertama-tama mengeksposnya. Media massa, cetak maupun elektronik hampir setiap hari menjadikannya sebuah Head line. Bukan karena tanpa sebab, rasa penasaranlah yang mungkin menghinggapi benak insan pers kita, diikuti hasrat agar kasus ini dapat dengan cepat terselesaikan dengan penyadaran di semua lapisan masyarakat. Sebuah hasrat yang mestinya mendapat perhatian semua kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola Pikir dan Perilaku Masyarakat&lt;br /&gt;Kesadaran dapat timbul dari interaksi dan pengaruh dari berbagai hal, di antaranya adalah pengalaman dan kebiasaan yang teradopsikan. Modal awal dari lahirnya sebuah kesadaran menurut ROGERS, seorang ahli perubahan perilaku adalah penerimaan, bila maknanya diperhalus berarti : keterbukaan diri terhadap inovasi. Nah, media penerimaan yang sesuai dalam konteks ini adalah  komunikasi, informasi dan edukasi.  Di antara ketiga unsur itu pendidikan lah yang sering menjadi pilihan favourite ketika sebuah studi/penelitian yang menggali sebab-akibat suatu masalah dilakukan. Berbagai kajian, studi, dan penelitian di bidang kesehatan masyarakatpun menunjukkan rendahnya strata pendidikan yang melatari timbul dan berkembangnya kasus masalah kesehatan. Sehingga, pada kesempatan lain acapkali variabel pendidikan ini adalah variabel yang tidak perlu diajukan lagi dalam sebuah studi, karena hampir dapat dipastikan jawabannya jelas dan pasti adalah pendidikan sebagai sebuah variabel determinan.&lt;br /&gt;Perubahan pola pikir dan perilaku akan nampak pada sikap keterbukaan diri menerima pengalaman-pengalaman baru yang dengan bijaknya dipraktikkan, ditindaklanjuti, dan dibudayakan oleh masyarakat. Pada aras dasar masyarakat kita, penyampaian komponen-komponen pendidikan, informasi kesehatan, dan komunikasi-komunikasi kesehatan itu dibebankan kepada kader-kader Pos pelayanan Terpadu (Posyandu), yang dilaporkan saat ini lagi ‘mati suri’.  Mati surinya Posyandu dan kader tidak lain yang menjadi faktor pemicunya adalah minimnya dukungan yang didapatkan sebagai imbas dan kompensasi dari pelaksanaan otonomi. Dengan kata lain ujung tombak perubahan perilakupun tenggelam dengan ketidakberdayaannya. Sangat  ironis, ironis memang apalagi ketika kita simak pemberitaan media massa beberapa hari lalu yang memberitakan adanya rencana pemerintah pusat (baca: Menkes RI) yang ingin menarik wewenang dan delegasi kembali terhadap kewenangan pembiayaan dan pendanaan sektor kesehatan ke pusat (Re-Sentralisasi) yang beberapa tahun ini telah diujicobakan kepada pemerintah-pemerintah daerah. Pikiran awam saya menyatakan, hal ini pun adalah implikasi yang masih harus didebat. Bukankah kita seringkali harus belajar dari sebuah pengalaman pahit untuk mampu tangguh, mandiri, dan belajar, dibandingkan harus ‘disuapin’ terus oleh Jakarta?Dan  bukankah ini menajamkan kembali kecenderungan kebijakan kepada bentuk penyeragaman yang melawan semangat pencarian jati diri, kemampuan kreatifitas dan kemandirian daerah?Memang mark up terjadi dimana-mana, akan teapi bukankah itupun juga terjadi ketika zaman desentralisasi yang notabene adalah karena ketidakmampuan dan disfungsalitas monitoring penyelengaraan proyek-proyek kesehatan kala itu?Anda dan saya memiliki pretensi bervariasi untuk mampu menjawabnya dan berharap ini baru sebatas wacana saja.&lt;br /&gt; Pola pikir dan perilaku buruk dalam bidang gizi kesehatan masyarakat yang kerap terjadi diantaranya adalah dalam kebiasaan pemenuhan kebutuhan makan anggota rumah tangga yakni adanya kecenderungan masyarakat lebih mementingkan pemenuhan kebutuhan kepada sang bapak dan atau juga ibu dalam pembagian porsi dan komposisi bahan makanan, sementara sang anak disepelekan. Padahal komponen gizi  dalam makanan bagi anak-anak dan balita sendiri bertujuan sebagai katalisator pertumbuhan, penyempurnaan fungsi-fungsi sel tubuh termasuk otak, jantung, hati, dan organ-organ tubuh lainnya. Sementara itu, untuk orang dewasa yang pada dasarnya hanya berguna dalam fungsi pemeliharaan jaringan tubuh kadang lebih diprioritaskan.  Nah, sangatlah keliru bila porsi dan komposisi serta asupan orang dewasa lebih kita nomor satukan, dibandingkan untuk pemenuhan porsi, komposisi, dan asupan makan termasuk gizi bagi anak-anak dan atau balita kita nomor sepatukan.  Pengamatan lain penulis masih dalam wilayah kita, yaitu pada beberapa kasus ada kecenderungan masyarakat  memelihara ternak yang jumlahnya sedikit di areal rumah, bukan untuk menopang kebutuhan pangan keluarga dan asupan gizi balita, akan tetapi lebih ke arah pemenuhan kebutuhan lain yang sesungguhnya masih dapat ditunda, misalnya untuk menaikan ‘Gengsi’ dalam kegiatan sumbang-menyumbang untuk kepentingan-kepentingan kultural dalam sebuah kumpul-keluarga. &lt;br /&gt;Biostatistika kasus gizi&lt;br /&gt;Sebagai sebuah informasi awal kasus Gizi buruk yang terjadi di NTT telah menimpa lebih dari 1% balita (sekedar untuk diketahiu:Apabila prevalensi dan atau insidensi kasus gizi buruk menyentuh angka &gt; 1% pada sebuah wilayah telah dapat golongkan wilayah tersebut status kesehatan masyarakatnya buruk dan kasus yang ada harus segera ditangani ( emergency).  Kantor Dinas Kesehatan Provinsi NTT melalui pers dan penyiaran stasiun TV swasta menginformasikan bahwa 11,96 % atau 55.543 balita dari + 464.000 balita NTT telah mengalami kasus kekurangan gizi; 11.048 balita menunjukkan Gizi Buruk (2,37%) 241 balita mengalami marasmus,dan diberitakan pula telah menelan korban tujuh balita meninggal dunia (Pos Kupang 15 Juni 2005). Dari data tersebut, yang kita yakini bukanlah sebuah biostatistik kosong dapat kita interpretasikan sendiri dan juga dapat diramalkan ke beberapa tahun mendatang, apa yang akan terjadi pada dunia pendidikan kita. Hampir pasti, kembali dunia pendidikan akan mengelus dada ketika nilai-nilai UAS, UAN, dan SPMB naradidik kita menunjukan bobot dan nilai yang rendah dan jauh di bawah angka dan rata-rata nasional. Jangan heran apabila Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Indeks/HDI) kita jika dilakukan proses eleminisi kembali akan menempati posisi yang tidak aman atau dalam katagori terancam terdegradasi ke divisi rendahan, seperti pada kompetisi bola kaki, misalnya. Itulah kompensasi dari beribu implikasi yang mungkin timbul. Sebuah langkah mundur! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arah dan harapan ke depan&lt;br /&gt;Dalam tulisan lain saya yang telah pernah dimuat pada kolom opini di harian ini setahun lalu, hampir terbukti apa yang pernah saya takutkan akan sebuah Utopia kita menuju NTT dan atau Indonesia Sehat 2010 dalam kegelimangan kasus demi kasus kesehatan masyarakat kita, DBD di Kota dan Kabupaten Kupang yang mewabah, campak di Kabupaten Alor, rabies di Ngada dan Manggarai, rawan pangan karena gagal panen di tujuh Kabupaten, menjadikan usang dan lusuh semangat kita, demikian gambaran saya. Ke depan banyak yang dapat kita lakukan, akan tetapi di kekinian kita masih harus berbenah melalui sebuah penerimaan diri. Membuka diri akan setiap inovasi, masukan dan informasi, serta teladan-teladan baru dalam pemenuhan kebutuhan hidup. Yang datangnya, mungkin saja dari mereka yang sedikit lebih dahulu tahu, ataukah lebih muda, dan mungkin juga adalah lawan politik kita  dalam menyongsong Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) tahun ini. Bagi saya dan awam tentunya akan memilih pemimpin yang tidak tunarungu, tunadaksa, dan tunawicara dalam mereflesikan kompleksitas permasalahan kemasyarakatan yang mungkin saja saat ini lagi dipropagandakan lewat jalur dan mimbar-mimbar kampanye. Saya pun tergelitik dengan salah satu isi pesan singkat pada kolom Curhat yang mengajak para pemilih untuk memilih calon pemimpinya tidak BUSUNG DADA akan tetapi peduli pada masyarakat yang lagi BUSUNG LAPAR.  &lt;br /&gt; Aneka ragam inovasi baru pemenuhan kebutuhan pangan telah banyak disosialisasikan di antaranya penganekaragaman pangan pokok dari beras kepada bahan pangan subtitor (umbi dan ketela pohon), diversifikasi pertanian lahan kering, peternakan untuk kebutuhan keluarga, pembagian  porsi makan yang adequate gizinya bagi kelompok umur riskan gizi kurang, serta teknologi pangan dan gizi lainnya yang menumpuk di taman baca dan perpustakaan-perpustakaan kantor,kampus dan dinas. Inovasi dapat saja lahir di perut bumi flobamora sendiri, inovasi baru agar kasus gagal panen tidak terulang, misalnya. Efek ikutan dari gagal panen di hampir seluruh kabupaten di NTT telah menanti yakni kekurangan ketersediaan pangan pokok, yang pada gilirannya kejadian busung lapar mungkin akan terjadi lagi. Penyelesaiannya bukan menjadi tanggungjawab dan tugas tunggal Kantor Dinas Kesehatan saja, akan tetapi merupakan tanggungjawab dan penyelesaian yang secara holistik dapat dilakukan oleh semua kita, termasuk anda dan saya dimanapun kita ada dan bekerja, kini dan esok.  Teori ini telah lama dibumikan akan tetapi masih dan musti saja tidak mampu dipraktikkan. Entah apa penyebabnya?&lt;br /&gt; Menutup tulisan ini, saya berharap sebuah rekomitmen dari semua lini. Sebuah komitmen yang disertai kesadaran kolektif (dan bukan kemampuan individu semata) yang mampu menguburkan kesadaran dan keniscayaan akan ketidakhadiranya sebuah civil society yang sehat sejahtera untuk setidak-tidaknya mampu memenuhi kebutuhan mendasarnya, yang sudah sejak dahulu kala didiseminasikan oleh Maslow dalam teorinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) di tulis ketika issu gizi buruk di NTT dan Kupang mencuat Tahun 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Yendris Krisno Syamruth
Jurusan Epidemiologi/Biostatistika
FKM Undana Kupang
Jl.Jenderal Soeharto No.72 Naikoten 1 Kupang-NTT
85117
Phone/mobile:+62380821410/+6281339420482
e-mail:ninochenk@yahoo.com
IM/YM:nino_kris06
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28763156-1016078832523009959?l=yendris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yendris.blogspot.com/feeds/1016078832523009959/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28763156&amp;postID=1016078832523009959&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28763156/posts/default/1016078832523009959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28763156/posts/default/1016078832523009959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yendris.blogspot.com/2007/05/brainstorming-gizi.html' title='Brainstorming Gizi'/><author><name>Yendris Krisno Syamruth</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11655917171287931389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_LWRkhG4mD9E/SQAanIAW_XI/AAAAAAAAAAc/rfeYutZNHvA/S220/Yendris.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28763156.post-3280459842358243991</id><published>2007-05-07T14:35:00.000+07:00</published><updated>2007-05-07T14:45:31.643+07:00</updated><title type='text'>Opini2 yang termuat di media</title><content type='html'>Fakultas Kesehatan Masyarakat:&lt;br /&gt;Kini dan Nanti *)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yendris Krisno Syamruth, S.KM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ting..ting...ting! Kira-kira demikian bunyi denting  penunjuk waktu ketika menyentuh pukul 00.00 Wita, saat menunjukkan waktu tepat tanggal 14 Agustus 2005. Seiring dengan itu, tanpa terasa usia Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) telah memasuki jenjang waktu empat tahun yang mana dari sisi akademik telah siap memasuki tahap genting dalam masa transisi melahirkan Generasi Winslow Perdana (baca: S.KM) dari perut flobamora. Yah, sebuah perjalanan panjang yang boleh dikatakan penuh harmonisasi akademikal yang kita semua menjadi saksi-saksinya dalam turut memainkan peran dan fungsi ilmiah kita, dimulai dari awal berdirinya hingga saat ini siap ’melahirkan’. &lt;br /&gt;Rentetan masalah kesehatan masyarakat baik secara lokal dan global telah menanti. Entah dengan jurus pamungkas apa mereka akan siap memberikan tantangan yang mau tidak mau--suka atau tidak suka, menuntut perhatian untuk sesegera mungkin menyelesaikannya. Diawali oleh (yang sempat terekam oleh penulis,-red) Kasus Sarkes, Formalin, Boraks, Malapraktek, Kinerja buruk pelayanan RSUD, TBC, HIV/AIDS, Rabies, Polio, Campak, KLB DBD dan Diare, hingga yang masih menghangat saat ini yakni Gizi Buruk dan Flu Burung. Sejauh apa peran dan fungsi kita selaku sivitas akademika dalam memperkuat barisan pemecah masalah kesehatan di negeri ini? Paling tidak, peran itu dapat saja hadir melalui diskusi-diskusi lepas yang telah dihadirkan selama ini dalam forum-forum ilmiah formal maupun non formal yang dapat membawa efek bagi pengambil kebijakan di aras lokal, dan dalam pemberitaan-pemberitaan pers lokal. Hemat saya, ke depan masih banyak yang mestinya kita (Sivitas Akademika) buat dari sekadar hal-hal itu. &lt;br /&gt;Adalah sebuah prestasi yang cukup menggembirakan, jika saat ini kita dihadirkan pada suasana penantian kelahiran sarjana baru berselempang ungu ini, di tengah euforia kita memperingati dies natalis universitas dan fakultas.  Kelahiran dan kehadiran Generasi Winslow ini telah lama dinantikan, yang mana dia mengemban cukup banyak harapan sebagian besar penghuni deretan pulau-pulau terselatan di negeri ini. Masih segar dalam ingatan, bagaimana posisi kita di tempatkan pada posisi terbawah dalam indikator pembangunan kesehatan menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2003. Sebut saja dari indikator Angka Kematian Ibu (MMR) mencapai 59 per 1000 kelahiran hidup dan Angka Kematian Bayi baru lahir (NMR) yang masih memegang posisi teratas di tingkat nasional yang mencapai 31 per 1000 kelahiran hidup, pada skala nasional rangking Human Development Index (HDI) juga di dua terbawah dari seluruh negara. Belum lagi indikator status gizi dan pendidikan. Ah, terasa sedih membayangkannya! Cukup banyak indikator-indikator untuk mengukur tingkat kesejahteraan yang sangat memiriskan hati, apalagi ketika statistik itu dibandingkan dengan kondisi kita. Bukankah ini sebuah tugas dan beban yang menjadi bagian tak terpisahkan dari perjuangan mulia S.KM-S.KM perdana ini? Amat berat, dan kalau boleh dikatakan perlu revolusi pola pikir dan daya kerja dalam diri semua komponen sumber daya sedini mungkin. Sekali lagi, sinergitas dan prinsip wawasan holistikal musti dipraktikkan pada konsep ini. Bukan hal mudah, mengapa? Untuk menuju kesepahaman akan hadirnya sinergitas dan wawasan holistikal dalam berfikir dan berkarya belum terasah dan masih tumpul. Perhatikan saja, sudah seberapa lebarkah sayap kerja sama telah dibangun oleh seluruh civitas akademika dengan stake holder terkait di daerah ini yang secara tidak langsung menajamkan akan pentingnya kehadiran seorang tenaga kesehatan bertitel S.KM?  Sederhana saja, penulis mengatakan sayap itu telah ada, akan tetapi belum lebar dan belum sanggup untuk dikepakkan. Sebuah otokritik bagi yang merasa rindu akan hadirnya atmosfer  yang lebih baik dalam institusi kita, saat ini dan ke depannya!&lt;br /&gt;Rasa-rasanya tidaklah salah, apabila kita banyak berharap pada mereka, karena ambisi dan fungsi serta peran yang selama ini dikembangbiakkan dalam belantara kesehatan adanya kecenderungan fungsi dan posisi curative act yang pasif menunggu masalah kesehatan datang lebih diberikan porsi terbesar dibandingkan preventive act yang menjadi ’senjata pamungkas’ dari generasi yang akan lahir ini.  Menafikkan peran mitra kita yang berjuang dengan senjata curative act-nya juga mustahil dan malahan menghantar kita untuk kembali terperosok ke dalam lingkaran setan berbagai permasalahan kesehatan.  Kebersamaan dan kerjasama komplementer dilandasi etos kerja luhur dan tinggi, diyakini dapat mendobrak posisi tidak aman kita ke posisi aman dalam indikator kesehatan dalam lingkup nasional terlebih lebih pada level global. Pada sisi itulah Fakultas Kesehatan Masyarakat hadir melalui berbagai perangkat keras (hardware) dan lunaknya (software) turut memainkan peran dalam membekali mereka lebih banyak dan lebih siap. FKM yang masih muda dan kerangka bertumpunya disadari masih lentur dituntut dapat melahirkan, sudah harus membentuk barisan pewaris ilmu dan seni mencegah penyakit, pewaris ilmu dan seni memperpanjang usia harapan hidup, mengorganisir sumberdaya yang ada dalam masyarakat untuk mencapai upaya meningkatkan kesejahteraan lahir, bathin dan produktif secara sosial-ekonomi. FKM kini dengan kurang lebih 400-an komponen mahasiswanya, ditambah 30-an staff pengajar tetapnya, 20-an staf administrasinya merupakan modal yang cukup untuk tugas dan cita itu. Keragaman etnis, ilmu dan keahlian serta latarbelakang yang ada dalam diri civitas akademika, dimulai dari unsur mahasiswa hingga pucuk pimpinan adalah rahmat dan berkat tersendiri, yang oleh pakar manajemen disebutkan sebagai Modal. Dengan modal ini, menjadikan sinergitas fungsi dan kerja dalam era keterbukaan dan profesionalisme kerja pun menjadi bagian yang merupakan tuntutan dalam pengembangan institusi ini. FKM lahir dengan sumber daya-sumber daya itu. Empat tahun telah lewat dan kalau meminjam istilah kesehatan reproduksi FKM kini telah memasuki masa –masa antenatal yang sebentar lagi partus. Masa dimana seorang ibu memasuki tahapan kritis yang membutuhkan perhatian ekstra dari semua komponen agar partus dan persalinan berjalan normal dan aman melahirkan bayi sehat yang memiliki sel-sel unggul dan cerdas. &lt;br /&gt;Pertanyaan mendasar yang akan lahir adalah seberapa siapkah institusi kita ini? Terlalu banggalah kalau dengan menutup mata akan kelemahan-kelemahan kita lantas menepuk dada dan menyatakan kita sudah mampu menyiapkan blue print semangat Mahaguru Winslow itu? Penulis (sebagai bagian dari sistem itu sendiri) dengan rendah hati dan jujur mengakui dan menyadari masih terdapat kelemahan-kelemahan yang jika disadari dapat menjadi modal awal untuk memperbaiki diri dan mengoreksi diri dalam rel benar menuju ke semangat awal tadi.  Penulis menyadari, software dan hardware kita telah ada meski pada tataran brainware-nya masih minim. Bukankah kita secara bersama tidak akan tinggal diam dilibas ketertinggalan dalam segala aspek padahal daya dan upaya melawannya itu ada? Penulis pun tergelitik saat mendengarkan isi pidato yang disampaikan oleh adik-adik mahasiswa dalam rangkaian lomba di tingkat mahasiswa beberapa waktu lalu. Rasanya mendengar itu saja sudah cukup sebagai  dasar pijak membangun semangat menajamkan arti hadirnya seorang Sarjana Kesehatan Masyarakat dalam tataran dan aras individu kemudian NTT bahkan Indonesia.&lt;br /&gt;Ke depan diharapkan akan hadir SKM-SKM yang bukan saja memiliki multidimensi keahlian saja akan tetapi profesionalitas dan kespesialisasiannya dituntut. Seorang SKM dari Jurusan Epidemiologi dan Biostatistika misalnya, dia haruslah mampu menjadi seorang Epidemiolog dan Biostatistisian yang terampil dalam sistem dan manajemen surveilans dan sistem informasi kesehatan, atau seorang SKM dari Jurusan Kesehatan Lingkungan haruslah menjadi inspektor kesehatan lingkungan yang terampil dalam manajemen kesehatan lingkungan bahkan berhak memberikan lisensi yang berkaitan dengan kesehatan lingkungan institusi (semacam AMDAL). Hingga pada saatnya, ketika dihadapkan pada sebuah sistem kerja yang menuntut keahlian tertentu dengan sigapnya seorang SKM mampu melaksanakannya. Pengembangan ke arah itu merupakan mimpi panjang yang hadir dan menuntut kita semua untuk menghadapinya. &lt;br /&gt;Saat ini, pembenahan kurikulum sebagai sebuah software sudah mulai dilakukan dengan harapan mampu membekali calon SKM dengan seperangkat kompetensi keahlian yang dapat link dengan kurikulum profesi nantinya (pasca SKM, ditambah 2 sampai 4 semester). Pada sisi hardware-nya pembenahan infrastruktur sarana dan prasarana penunjang kegiatan akademik sudah mulai dikembangkan dengan melibatkan Ikatan Keluarga Orang tua Mahasiswa (IKOMA) dan suntikkan dana hibah kompetisi dari Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) pada Jurusan Epidemiologi dan Biostatistika dan Jurusan PKIP, AKK, dan Gizi. Memang butuh dana yang cukup besar untuk sekaligus menyiapkan infrastruktur penunjang suasana akademis yang memadai. Sebagai penunjang dalam menyiapkan S.KM yang diharapkan dan cerdas serta kritis bagi individu, NTT, Indonesia, bahkan global. Angan-angan penulis sudah menerawang jauh bagaimana kelak ketika penulis pada suatu ketika dalam sebuah perjalanan dinas ataupun pribadi mengunjungi daerah di rangkaian pulau-pulau ini menjumpai seorang alumni FKM Undana yang mandiri dan berkinerja tinggi di medan layannya masing-masing. Entah dia seorang Kepala Puskesmaskah, Direktur RSUD, Karyawan LSM bonafide, Wirausahawan unggul, atau dapat saja seorang Direktur Yayasan berbasis kesehatan, apalagi jikalau dia bahkan seorang legislator ulung dan kawakan yang bukan saja anti Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) tetapi juga SADIS (Sangat Disiplin), dan tidak KUDIS (Kurang Disiplin) serta KURAP (Kurang Rapi). Harapan penulis, hal tersebut dapat saja terwujud. &lt;br /&gt;Menutup tulisan ini, penulis saat ini hadir hanya untuk merefleksikan pemikiran yang sederhana dan dijiwai semangat yang rindu akan hadirnya sebuah susana harmonik yang dinamis di kalangan sivitas akademik sebagai bagian dari sistem pengembangan wawasan kesehatan masyarakat pemerintah pusat yang diterjemahkan pada situasi lokal Bumi Nusa Cendana. Sebagai penutup, sebagai pelengkap penantian yang proaktif, lirik syair lagu rilis terbaru bertitel ’Menanti Sebuah Jawaban’ dari Group Band ’Padi’ senafas dengan semangat penulis ini sengaja penulis kutipkan:&lt;br /&gt;Setulusnya aku ingin memeluk’mu’, &lt;br /&gt;mendekap penuh harapan tuk memiliki’mu’....&lt;br /&gt;........sepenuhnya aku akan terus menunggu, &lt;br /&gt;menanti sebuah jawaban tuk memiliki’mu’.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Termuat di Media Bem FKM Undana tahun 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Yendris Krisno Syamruth
Jurusan Epidemiologi/Biostatistika
FKM Undana Kupang
Jl.Jenderal Soeharto No.72 Naikoten 1 Kupang-NTT
85117
Phone/mobile:+62380821410/+6281339420482
e-mail:ninochenk@yahoo.com
IM/YM:nino_kris06
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28763156-3280459842358243991?l=yendris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yendris.blogspot.com/feeds/3280459842358243991/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28763156&amp;postID=3280459842358243991&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28763156/posts/default/3280459842358243991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28763156/posts/default/3280459842358243991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yendris.blogspot.com/2007/05/opini2-yang-termuat-di-media.html' title='Opini2 yang termuat di media'/><author><name>Yendris Krisno Syamruth</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11655917171287931389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_LWRkhG4mD9E/SQAanIAW_XI/AAAAAAAAAAc/rfeYutZNHvA/S220/Yendris.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28763156.post-5488447052389504285</id><published>2007-04-21T16:07:00.000+07:00</published><updated>2007-04-21T16:13:55.782+07:00</updated><title type='text'>Aduuhhh akhirnya nongol lagi..</title><content type='html'>hmm...&lt;br /&gt;akhirnya bisa nongol lagi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena upgrade bloggernya yang telat ku update infonya..&lt;br /&gt;dan kesibukan menyusun proposal tesis..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang inginku share pada postinganku hari ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;... bahagia itu kan benar-benar terasa kebahagiaannya&lt;br /&gt;jika dan hanya jika bisa dinikmati oleh orang di sekitar kita....&lt;br /&gt;mahluk di sekitar kita bahkan bukan mahluk sekalipun...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bubay...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Yendris Krisno Syamruth
Jurusan Epidemiologi/Biostatistika
FKM Undana Kupang
Jl.Jenderal Soeharto No.72 Naikoten 1 Kupang-NTT
85117
Phone/mobile:+62380821410/+6281339420482
e-mail:ninochenk@yahoo.com
IM/YM:nino_kris06
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28763156-5488447052389504285?l=yendris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yendris.blogspot.com/feeds/5488447052389504285/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28763156&amp;postID=5488447052389504285&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28763156/posts/default/5488447052389504285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28763156/posts/default/5488447052389504285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yendris.blogspot.com/2007/04/aduuhhh-akhirnya-nongol-lagi.html' title='Aduuhhh akhirnya nongol lagi..'/><author><name>Yendris Krisno Syamruth</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11655917171287931389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_LWRkhG4mD9E/SQAanIAW_XI/AAAAAAAAAAc/rfeYutZNHvA/S220/Yendris.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28763156.post-7428063650477474015</id><published>2007-04-21T14:18:00.000+07:00</published><updated>2007-04-21T14:22:11.250+07:00</updated><title type='text'>wuih... lama bangeettzzz jumpa lagi..</title><content type='html'>Aduh.... lama baru bisa online di blog ini...&lt;br /&gt;karena oh karena:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. sibuk dengan proposal tesis&lt;br /&gt;2. ternyata ada pengalihan saham kepemilikan di blogger yang&lt;br /&gt;   lupa aku chek dan berkali2 gagal sign in...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari ini akhir sukses...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Yendris Krisno Syamruth
Jurusan Epidemiologi/Biostatistika
FKM Undana Kupang
Jl.Jenderal Soeharto No.72 Naikoten 1 Kupang-NTT
85117
Phone/mobile:+62380821410/+6281339420482
e-mail:ninochenk@yahoo.com
IM/YM:nino_kris06
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28763156-7428063650477474015?l=yendris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yendris.blogspot.com/feeds/7428063650477474015/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28763156&amp;postID=7428063650477474015&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28763156/posts/default/7428063650477474015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28763156/posts/default/7428063650477474015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yendris.blogspot.com/2007/04/wuih-lama-bangeettzzz-jumpa-lagi.html' title='wuih... lama bangeettzzz jumpa lagi..'/><author><name>Yendris Krisno Syamruth</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11655917171287931389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_LWRkhG4mD9E/SQAanIAW_XI/AAAAAAAAAAc/rfeYutZNHvA/S220/Yendris.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28763156.post-116244524536825097</id><published>2006-11-02T12:13:00.000+07:00</published><updated>2006-11-02T12:27:25.380+07:00</updated><title type='text'>Lanjut lagi Faktaku..</title><content type='html'>Akhirnya dilanjutin lagi ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Kupanglah Tuhan menunjukkan ladang dan medan layan buat BETA (=Saya).. &lt;br /&gt;Hingga kini menginjak tiga tahun lebih (meskipun saat nulis blog ini aku lagi di SBY)&lt;br /&gt;Beta bersyukur bisa bertemu dengan segenap sanak famili yang terkasih dan senantiasa mendukungku di savana NTT yang tak satupun berasal dari desa dan kampungku .hehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Kupang pula aku banyak mendapat 'ujian' melalui perkenalan dengan Trachom, DBD..dan setumpuk ujian lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini tepat di usiaku yang keduapuluh tujuh hari ini Aku yakin bahwa telah banyak yang Tuhan berikan buatku di tengah2 ketidaksetiaanku sekalipun bahkan damai sejahtera ditengah2 kepahitankupun menjadi anak rantau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hanya sepengagal Doaku sewaktu hendak menginjakkan Tanah Kupang yang membuatku yakin: Bahwa Tuhan ada di mana-mana sejauh ribu kilometerpun di set ruang apapun dan suasana apapun bgtu juga di Kupang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melayani DIA via Hasrat mengabdi pada anak bangsa dengan share ilmu yang lebih dahulu aku terima itulah yang coba dan kini tetap kujalani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thanks GOD..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Yendris Krisno Syamruth
Jurusan Epidemiologi/Biostatistika
FKM Undana Kupang
Jl.Jenderal Soeharto No.72 Naikoten 1 Kupang-NTT
85117
Phone/mobile:+62380821410/+6281339420482
e-mail:ninochenk@yahoo.com
IM/YM:nino_kris06
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28763156-116244524536825097?l=yendris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yendris.blogspot.com/feeds/116244524536825097/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28763156&amp;postID=116244524536825097&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28763156/posts/default/116244524536825097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28763156/posts/default/116244524536825097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yendris.blogspot.com/2006/11/lanjut-lagi-faktaku.html' title='Lanjut lagi Faktaku..'/><author><name>Yendris Krisno Syamruth</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11655917171287931389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_LWRkhG4mD9E/SQAanIAW_XI/AAAAAAAAAAc/rfeYutZNHvA/S220/Yendris.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28763156.post-115398048191224654</id><published>2006-07-27T12:33:00.000+07:00</published><updated>2006-07-27T13:08:01.956+07:00</updated><title type='text'>..dan Kupang menjadi Ladang pelayanan yang diberikan Tuhan bagiku...</title><content type='html'>Seingatku waktu itu bulan Maret 2003.Tepat di hari Minggu seusai kebaktian umum di gereja(Gereja Oikoumene Kendari)waktu itu aku dihubungi salah seorang tanteku yang juga adalah warga gereja di situ, bahwa semalam ada informasi yang menyatakan bahwa:&lt;em&gt;&lt;/em&gt;salah satu lamaran kerjaku, ditanggapi&lt;em&gt;&lt;/em&gt;... &lt;strong&gt;Puji Tuhan.....&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;sebuah berkat yang datangnya tak ku duga.. apa benar??&lt;br /&gt;Sore itu juga aku menghubungi tanteku yang menerima langsung kabar itu, dan benar saj pihak Undana &lt;em&gt;(tempatku skarang,-red)&lt;/em&gt; memang benar-benar membutuhkan Staff pengajar di Fakultas Kesehatan Masyarakat-nya,...tapi baru sebatas :&lt;strong&gt;Dosen Honor Tetap&lt;/strong&gt;...&lt;br /&gt;dengan justifikasi bahwa sesuai dengan UMR+honor per tatap muka+sambil menunggu Tes pengangkatan CPNS di bulan Desember tahun itu, yang menurut salah satu staf TU (Pak Burhanuddin/Udin) peluangnya sangat besar...&lt;br /&gt;Setelah mendengar kabar ini, aku terlebih dahulu menanyakan ke orang tuaku tercinta apakah tantangan ini harus kuterima? Puji Tuhan, orang tuaku merestui dan tak henti2nya menasehatiku tentang berbagai hal...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7 April 2003 Pkl.15.lebih sedikit WITA Via pelabuhan Makassar (kota yang penuh kenangan)menumpangi Kapal Pelni Dorolonda aku berlabuh menyebrangi laut Sulawesi dan menuju NTT. Sebuah Kota yang masih misteri bagiku.. tapi di hatiku Tuhan yang memiliki perkara ini.Seharian di kapal itu aku beruntung mendapat tempat yang baik atas jasa kedua orang tua teman kuliahku (Honey I.Ndoen,-red) dan juga menjadi tempat nginapku ketika tiba pertama kali di Kota Kupang.&lt;br /&gt;Kapal itu merapat di Pelabuhan Tenau sekitar pkl.16.00 WITA pada tanggal 8 April 2003.&lt;br /&gt;Benar saj, bahwa Tuhan sanggup menyertaiku.. Aku mendapatkan tempat menginap di rumah salah satu teman kuliahku di FKM Unhas selama 5 hari aku numpang di sana. Aku hanya berharap Tuhan yang membalas jasa baik mereka...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, 9 April 2006 aku menginjakkan kaki di Kampus Lama Undana lokasi FKM Undana berada, diantarkan oleh salah seorang Paman temanku itu.&lt;br /&gt;Aku disambut dengan suasana hangat dan gembira oleh civitas akademik yang waktu itu masih di nahkodai seorang sosok bapak yang baik dan rendah hati (&lt;strong&gt;Dr.Ir.Jantje I Manafe,MS&lt;/strong&gt;) membuat kesan pertamaku begitu menyejukkan, bersama staf dan karyawan lain yang sudah kuanggap keluargaku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan itu baik dan sungguh teramat baik...&lt;br /&gt;Perkenalan pertamaku dengan duniaku yang saat ini kugeluti terjadi hanya atas penyertaan Dia semata.&lt;br /&gt;Dunia kerja yang aku sama sekali belum membayangkan ketika toga hitam itu aku kenakan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar saja sekitar 8 bulan setelah itu aku &lt;strong&gt;berhasil&lt;/strong&gt; menempuh ujian dan &lt;em&gt;diangkat&lt;/em&gt; status menjadi &lt;strong&gt;CPNS di FKM Undana&lt;/strong&gt;, satu hari sebelum tahun 2003 berlalu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Yendris Krisno Syamruth
Jurusan Epidemiologi/Biostatistika
FKM Undana Kupang
Jl.Jenderal Soeharto No.72 Naikoten 1 Kupang-NTT
85117
Phone/mobile:+62380821410/+6281339420482
e-mail:ninochenk@yahoo.com
IM/YM:nino_kris06
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28763156-115398048191224654?l=yendris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yendris.blogspot.com/feeds/115398048191224654/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28763156&amp;postID=115398048191224654&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28763156/posts/default/115398048191224654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28763156/posts/default/115398048191224654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yendris.blogspot.com/2006/07/dan-kupang-menjadi-ladang-pelayanan.html' title='&lt;strong&gt;..dan Kupang menjadi Ladang pelayanan yang diberikan Tuhan bagiku...&lt;/strong&gt;'/><author><name>Yendris Krisno Syamruth</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11655917171287931389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_LWRkhG4mD9E/SQAanIAW_XI/AAAAAAAAAAc/rfeYutZNHvA/S220/Yendris.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28763156.post-115268209967797338</id><published>2006-07-12T11:14:00.000+07:00</published><updated>2006-07-12T12:28:19.703+07:00</updated><title type='text'>....eit nyambung lagi...(4 of 100..???)</title><content type='html'>Aha...&lt;br /&gt;akhirnya setelah bergelut dengan tugas makalah dan presentasi aku bisa nulis lagi di blog ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oia, akhir cerita in my last fact story adalah ketika aku menginjakkan kaki di kampus merah tamalanrea Makassar..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ketrima di FKM pada '98 via SPMB.&lt;br /&gt;Masa pendadaran yang dikenal Pra Winslow and Winslow ku lewati separuh hati karena didera cedera otot &lt;em&gt;scapula&lt;/em&gt; n membawaku ke dalam grup &lt;em&gt;'palang merah'&lt;/em&gt; di hari kedua Winslow...&lt;br /&gt;Bentakkan, cacian, dan gemblengan mental dari senior2 kami lewati diselingi belaian dipipi2 kami yang seringkali bersalah atau dianggap salah...:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa inisisasi berakhir...&lt;br /&gt;Kami memasuki masa perkuliahan..masa menuntut ilmu dan amal padu mengabdi di kampus &lt;em&gt;(=baca: Fakultas)&lt;/em&gt; ungu bersama semua lika liku tempaan pengalaman berorganisasi yang ruarrr biasa tak dapat kulupakan..&lt;br /&gt;mulai di tingkat PMK (Unit kegiatan Kristen), MAper GMKI,Unit Korps Sukarela KSR Palang Merah Indonesia Unhas,Organisasi pemuda kedaerahan IPPMI (Ikatan Pemuda Pelajar Moronene Indonesia)&lt;br /&gt;organisasi2 itu yang menempaku melatihku dan memberiku segudang kiat dan jurus ampuh memanage diri dan segala sesuatu yang terkadang luput dari perhatian awam...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tanpa terasa aku belajar n terus belajar..&lt;br /&gt;hingga pada suatu saat...&lt;br /&gt;aku harus terbaring lagi di pembarinngan akibat kuman hepatitis tipe A (sakit kuning boww, ga mutu ya?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan itu membuatku down..down lagi..&lt;br /&gt;yah karena aku dihinggapi penyakit itu di saat musim UAS tiba...&lt;br /&gt;konsekwensinya aku drop.. Anehnya aku masih kuat tuk sekedar ke kampus ikut UAS n bersay heloo sama tmn2q..&lt;br /&gt;padahal teman2q sudah melarangku dan menyarankan Isterahat Total dan cuti..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit ini aku rasa sebagai sebuah cambukkan lagi bagiku..&lt;br /&gt;betapa tidak di tengah kesibukkank itu tak jarang aku melupakan diri menyisihkan waktu untuk sejenak 'bertakzim khidmat' seraya meneduhkan diri dalam hening pagi untuk menyapa dia lewat sabda2Nya..akhh..&lt;br /&gt;God is so good to me more n more..&lt;br /&gt;Aku membaik dan kembali bugar.. (atas izin Tuhan via rebusan daun Pariasa plus jamu temulawak)melakoni kuliah dan organisasi2 itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kawan banyak teman dan banyak sahabat datang dan berkenalan denganku. Lewat Blog ini i will to say many thank 4 them.. by my best honouurs 4 all of them: Ada Fogy crew, ada Maper 98, ada PMK crew ada ana KSR ada Lapaddata-Sinjai Crew ada Lalewan/ti, serta my senior n junior in PH Unhas... indahnya hari2 itu akan menjadi sirna tanpa kehadiran kalian... mmmmuaah.. tak terlupa pula jajaran guru2ku dan segenap staf di FKM Unhasq tercinta (romantis ga??)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seribusatu pengalaman datang dan pergi ketika dunia mahasiswa kujalani..&lt;br /&gt;Ada seribusatu fakta dan mimpi datang dan menghampiriku..&lt;br /&gt;Ada yang manis,ada yang pahit dan ada pula yang tawar..(mirip sama Jaz juz dan marimas yaaa)&lt;br /&gt;Ada saat aku harus digunduli bermotif papan catur ..&lt;br /&gt;ada saat aku harus begadang belajar anatomi&lt;br /&gt;ada saat aku harus mengunjungi masyarakat door to door via PBL&lt;br /&gt;ada saat aku belajar beradu argumen beralas karpet&lt;br /&gt;ada saat aku belajar sifat2 ALLAH di pondokan&lt;br /&gt;ada saat aku harus jadi senior di kampus&lt;br /&gt;ada saat aku harus menginjak salatiga&lt;br /&gt;ada saat aku harus jadi asisten di laboaratorium komputer&lt;br /&gt;ada saat aku harus ditolak dari gebetan&lt;br /&gt;ada saat aku harus belajar mencintai&lt;br /&gt;ada saat aku harus libur dan nyantai&lt;br /&gt;ada saat aku harus Kaluku Kaliki Nanremaneng (KKN)&lt;br /&gt;ada saat aku harus nulis skripsi&lt;br /&gt;dan.... ada saat aku harus memakai toga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makassar telah memberiku kenangan manis dan menempaku menilik jati diriku&lt;br /&gt;tapi sayang aku harus meninggalkan Makassar dengan hati yang mengharu biru (ahh romantis dikit boleh dong..)meninggalkan tapi takkan melupakannya..&lt;br /&gt;Hanya satu alasan yang memaksaku tuk meninggalkan Makassar...&lt;br /&gt;yakni ......&lt;br /&gt;Tanggungjawabku pada keluarga (ortu), dan Tuhan (terlebih).&lt;br /&gt;Maksudna apa poeng ?? Mau ka cari kerja kodong...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yah.. bener deh aku harus berjuang lagi mencari &lt;strong&gt;kerja&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa dan bagaimana yang aku lakukan dalam pergulatan mencari kerja akan aku ceritain lagi di Posting2 yang akan datang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moga2 ini bermanfaat..&lt;br /&gt;GBU all&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Yendris Krisno Syamruth
Jurusan Epidemiologi/Biostatistika
FKM Undana Kupang
Jl.Jenderal Soeharto No.72 Naikoten 1 Kupang-NTT
85117
Phone/mobile:+62380821410/+6281339420482
e-mail:ninochenk@yahoo.com
IM/YM:nino_kris06
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28763156-115268209967797338?l=yendris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yendris.blogspot.com/feeds/115268209967797338/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28763156&amp;postID=115268209967797338&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28763156/posts/default/115268209967797338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28763156/posts/default/115268209967797338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yendris.blogspot.com/2006/07/eit-nyambung-lagi4-of-100.html' title='....eit nyambung lagi...(4 of 100..???)'/><author><name>Yendris Krisno Syamruth</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11655917171287931389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_LWRkhG4mD9E/SQAanIAW_XI/AAAAAAAAAAc/rfeYutZNHvA/S220/Yendris.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28763156.post-114922668336824230</id><published>2006-06-02T11:41:00.000+07:00</published><updated>2006-07-12T12:46:13.306+07:00</updated><title type='text'>My Fact(3)</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7248/3051/1600/Lilin.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7248/3051/320/Lilin.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Faktaku...&lt;br /&gt;Sebagai lanjutan..neh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama sekolah di SMU Unggul kurang lebih 1,5 tahun (masih inget kan Faktaku yg ke-2?)aku benar2 memforsir seluruh pikiran, tenaga, dan segalanya. mana waktu itu aku harus membagi waktu dengan tugasku sebagai orang yang menumpang nginap di rumah keluarga (Fakta: aku harus menumpang tempat tinggal untuk melanjutkan sekolah di Ibukota Provinsi.., sebuah Perjuangan euy!!!..)Berbagai seluk beluk hidup dan kehidupan di dalam perjuangan studiku kuhadapi dengan tegar. Aku hanya mengandalkan diri dan hanya sedikit waktu untuk berkomunikasi dan belajar kehendak Tuhan.&lt;br /&gt;Sampai Tuhan menegurku.. Memang benar teguranNya menyadarkanku.Bayangkan, aku sampai mengidap Malaria Tropikana(celebralis)selama kurang lebih 4 bulan, sampai2 aku harus diungsikan ke Kamar Mawar RSJ Kendari.. hmmmm.. pengalaman unik bagiku dan sungguh aku dijudge 'kurang waras' oleh beberapa orang yang ga juga ngerti keganasan &lt;em&gt;Plasmodium&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Anopheles&lt;/em&gt; betina jahat itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dokter Ida-lah yang ngerti saat itu bahwa aku terkena Malaria tua.(Dokter Ida adalah spesialis neorologi di RSU Provinsi saat itu dan Praktik di Apotik Monovalensi Kendari saat itu juga, kini beliau bertugas di Jakarta, sayang RS tempat tugas dan kliniknya-sampai saat ini juga aku ga tahu)&lt;br /&gt;Setelah beberapa waktu lamanya perawatan kujalani beberapa dokter di RSJpun (dokter yang juga berpraktik di Monovalensi)akhirnya mengatakan aku bukan seorang yang sakit jiwa, hanyalah dampak dari &lt;em&gt;Plasmodium&lt;/em&gt; jahat itu..&lt;br /&gt;....................................................&lt;br /&gt;Aku banyak belajar dari teguran ini... Thanks to GOD...&lt;br /&gt;........&lt;br /&gt;......&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadinya aku ga bisa lanjutin sekolahku di SMU (Yang katanya Unggul) itu.. &lt;br /&gt;Dengan berat hati dan atas dukungan semua (keluarga, guru, sahabat, dll) aku mulai bangkit dan meraih potongan semangat di tengah cercaan dan sindiran Awam mengenai Sakitku..&lt;br /&gt;Banyak yang bilang: Kasihan.. terlalu maksain diri..&lt;br /&gt;Ada yang bilang: Ga akan sehat lagi...&lt;br /&gt;Pun ada yang memjuds aku:Otak sudah turun mesin (kayak Mesin Motor) aja..&lt;br /&gt;Ada juga yang berbisik-bisik: masih  kenal ga dia sama aku??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pelan dan pasti aku menunjukan tanda2 kesembuhan, setelah setahun aku beristerahat ria, sementara teman2 seangkatanku di SMU sdh pada melanjutkan ke PT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan sungguh baik, aku akhirnya bisa menghabiskan waktu luangku dengan keluarga Tanteku yang begitu baik di Kota Makassar (kurang lebih setahun) dengan menimba ilmu melalui Kursus di YPA Handayani MKS.&lt;br /&gt;Di Kota ini aku merasa wawasan dan tantangan perkembangan keilmuan dan studiku harus kulanjutkan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari MKS aku kembali ke kampung sambil menanti Tahun ajaran baru untuk mendaftarkan diri menjadi Siswa Kelas III di SMU Negeri 1 Rumbia..&lt;br /&gt;dan...akhirnya di SMU itupun aku tetap bisa membuktikan kepada semua bahwa Otakku dan tubuh serta jiwaku ini bukan seperti dugaan mereka, bukti bahwa emang Plasmodium itu yang menyebabkanku hampir meregang nyawa.. Sebuah bukti bahwa jiwaku ga seperti yang mereka pikir...&lt;br /&gt;Aku bisa meraih prestasi maksimal (meraih juara kelas) dan membuktikan bahwa aku masih bisa kembali baik.&lt;br /&gt;Bukti lain aku bisa menembus UMPTN (SPMB-&lt;em&gt;sekarang&lt;/em&gt;) pada PT ternama di wilayah Indonesia Timur yakni di FKM Universitas Hasanuddin pada jalur tes UMPTN/bukan PMDK/Bebas Tes/atau Jalur2 lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita selanjutnya mengenai kuliahku sampai aku harus kembali "terjatuh" melalui serangan virus dan bakteri jahat, akan aku ceritakan di bagian selanjutnya..&lt;br /&gt;.........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moga2 ada hikmah di balik ceritaku yang bisa Bloger ambil..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Yendris Krisno Syamruth
Jurusan Epidemiologi/Biostatistika
FKM Undana Kupang
Jl.Jenderal Soeharto No.72 Naikoten 1 Kupang-NTT
85117
Phone/mobile:+62380821410/+6281339420482
e-mail:ninochenk@yahoo.com
IM/YM:nino_kris06
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28763156-114922668336824230?l=yendris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yendris.blogspot.com/feeds/114922668336824230/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28763156&amp;postID=114922668336824230&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28763156/posts/default/114922668336824230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28763156/posts/default/114922668336824230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yendris.blogspot.com/2006/06/my-fact3.html' title='My Fact(3)'/><author><name>Yendris Krisno Syamruth</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11655917171287931389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_LWRkhG4mD9E/SQAanIAW_XI/AAAAAAAAAAc/rfeYutZNHvA/S220/Yendris.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28763156.post-114886897542122820</id><published>2006-05-29T08:44:00.000+07:00</published><updated>2006-06-02T11:17:15.246+07:00</updated><title type='text'>Faktaku lagi..(2)</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7248/3051/1600/tulis.0.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7248/3051/200/tulis.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Haii.. seperti janjiku aku mau ceritain Faktaku lagi..&lt;br /&gt;Simak yaa..(sapa tau mirip,atau setidaknya bisa jadi pengalaman bwtmu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak SMP aku pingin mandiri.Terbukti semenjak tamat dari SMP, aku enggan melanjutkan sekolah di SMU kampunghalaman..(walaupun akhirnya 'balik kucing':=) Dengan Semangat Juang yang tinggi aku (tentu atas Izin Ortu) memberanikan diri melanjutkan SMU di Ibukota Provinsiku (Sultra)Namanya dulu: SMA MANDONGA. Dengan sejumput harapan bisa lebih menambah wawasan  &amp; pengalaman. Akhirnya lewat &lt;em&gt;'jalur yang lain'&lt;/em&gt; dari jalur normal (Fakta:SMPku ada di luar Rayon SMA tujuan)aku berhasil masuk di salah satu SMU negeri terpandang di ibu kota Provinsi.....(&lt;em&gt;Blogger&lt;/em&gt;....sebenarnya saat ini jika aku mengingatnya jalanku saat itu,aku merasa bersalah dan terbeban hingga saat ini...Why?? yah..memang aku keliru dan khilaf melalui JALUR itu..Pliz forgive me my Lord)&lt;br /&gt;Buktinya tidak sampai beberapa semester setelah bersekolah aku mendapat &lt;strong&gt;'teguran'&lt;/strong&gt;dariNYA. Emang sewaktu di SMU itu aku menunjukkan prestasi yang juga mengantarkanku untuk masuk dalam jajaran pelajar Unggulan karena berhasil diterima di SMU / Kelas Unggul, yang menurut rumors akan menjadi Kelas/sekolah binaan Pemprov. Aku berhasil masuk setelah mengikuti tes yang diikuti seluruh peserta dari pelajar di 4 kabupaten yang memenuhi syarat.Dan dengan berat hati aku harus meninggalkan teman2, guru2, sekolahku menuju SMU baru di Kelas Unggul.Lokasi sekolah ternyata di SMA Negeri I Kendari (katanya waktu itu sambil menunggu perampungan gedung sekolah baru berikut asrama2 dan stafnya)Emang sih, kami mendapat prioritas dalam pelajaran juga dalam hali beasiswa yang cukup besar waktu itu, namun perlahan-lahan banyak di antara kami yang mulai sangsi dengan janji2 dan rumors yang ada. Akhirnya banyak teman2 yang memilih balik ke sekolah  dan kabupaten asal..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah.. gimana faktaku selanjutnya...(penasaran ya.?)&lt;br /&gt;Tunggu edisi berikutnya yaa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MJBUs&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Yendris Krisno Syamruth
Jurusan Epidemiologi/Biostatistika
FKM Undana Kupang
Jl.Jenderal Soeharto No.72 Naikoten 1 Kupang-NTT
85117
Phone/mobile:+62380821410/+6281339420482
e-mail:ninochenk@yahoo.com
IM/YM:nino_kris06
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28763156-114886897542122820?l=yendris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yendris.blogspot.com/feeds/114886897542122820/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28763156&amp;postID=114886897542122820&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28763156/posts/default/114886897542122820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28763156/posts/default/114886897542122820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yendris.blogspot.com/2006/05/faktaku-lagi2.html' title='Faktaku lagi..(2)'/><author><name>Yendris Krisno Syamruth</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11655917171287931389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_LWRkhG4mD9E/SQAanIAW_XI/AAAAAAAAAAc/rfeYutZNHvA/S220/Yendris.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28763156.post-114862179570403572</id><published>2006-05-26T12:12:00.000+07:00</published><updated>2006-10-28T11:50:32.396+07:00</updated><title type='text'>Fakta-Faktaku</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/7248/3051/1600/YENDRIS%201.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/7248/3051/320/YENDRIS%201.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nama KECILKU adalah:&lt;strong&gt;Nino&lt;/strong&gt;. Aku berasal dari:Sebuah kampung halaman di selatan kota Kendari/Prov.Sultra, yang bernama:Kasipute,yang artinya Hamparan pasir Putih.... Umurku saat nulis blog ini...Jelang 27 per 2006..Ortuku bernama (My father:Luddin Syamruth dan Ibuku namanya:Rety Thomas). Aku bersaudara:5(ada yang kembar. Aku anak tengah/ketiga.&lt;br /&gt;Riwayat Pendidikanku:&lt;br /&gt;TK Dharma Pertiwi Kasipute(saat ini TK.Dharmawanita)(1985-1986)&lt;br /&gt;SD Negeri No.3 Kasipute(1986- 1992)&lt;br /&gt;SMP Negeri Kasipute (1992-1995)&lt;br /&gt;SMU: SMUnya tiga tempat..(bukan nakalan, tapi karena sesuatu something =P...&lt;br /&gt;1.Klas 1 di SMU MAndonga(skarang SMUN4 Kendari)tahun ajaran 1994/1995&lt;br /&gt;2.Klas 2 di SMU Unggul Kls.B (SMU Negeri 1 Kendari)tahun ajaran 1995/1996&lt;br /&gt;3.Klas 3 dan tamat di SMUN 1 Rumbia-Kab.Buton (saat ini Kab.Bombana)tahun 1998/1999&lt;br /&gt;4.Kuliah (S1) di Jur.Biostatistika FKM Unhas (1998-2002)&lt;br /&gt;5.Saat ini masih tetap kuliah di Program Magister IKM Minat Biostatistika UNAIR  semester II(If God willing will graduated on 2007)&lt;br /&gt;Pekerjaanku saat ini mahasiswa yang lagi ditugasin belajar, tapi sebenernya pekerjaan utamaku yaitu Mendidik mahasiswa yang berstatus Civil Servant juga. &lt;br /&gt;Aku mengabdi di FKM Universitas Nusa Cendana Kupang Nusa Tenggara Timur(sejak April 2003)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin untuk kali ini hanya demikian fakta-faktaku yang bisa aku beberkan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nanti aku beberkan lagi Faktaku yang lain...&lt;br /&gt;Moga-moga bermanfaat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bubay...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Yendris Krisno Syamruth
Jurusan Epidemiologi/Biostatistika
FKM Undana Kupang
Jl.Jenderal Soeharto No.72 Naikoten 1 Kupang-NTT
85117
Phone/mobile:+62380821410/+6281339420482
e-mail:ninochenk@yahoo.com
IM/YM:nino_kris06
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28763156-114862179570403572?l=yendris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yendris.blogspot.com/feeds/114862179570403572/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28763156&amp;postID=114862179570403572&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28763156/posts/default/114862179570403572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28763156/posts/default/114862179570403572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yendris.blogspot.com/2006/05/fakta-faktaku.html' title='Fakta-Faktaku'/><author><name>Yendris Krisno Syamruth</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11655917171287931389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_LWRkhG4mD9E/SQAanIAW_XI/AAAAAAAAAAc/rfeYutZNHvA/S220/Yendris.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-28763156.post-114861706832669146</id><published>2006-05-26T11:01:00.000+07:00</published><updated>2006-06-17T18:06:49.480+07:00</updated><title type='text'>Yendris neh...</title><content type='html'>HAi.. semua blogerman n blogerwoman...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku bisa gabung dengan para blogger mania di blog ini..&lt;br /&gt;ke depan banyak yang dapat aku ceritakan buat Anda-anda semua..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup ini dulu deh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kan baru welcome spech neh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bubay....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Yendris Krisno Syamruth
Jurusan Epidemiologi/Biostatistika
FKM Undana Kupang
Jl.Jenderal Soeharto No.72 Naikoten 1 Kupang-NTT
85117
Phone/mobile:+62380821410/+6281339420482
e-mail:ninochenk@yahoo.com
IM/YM:nino_kris06
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/28763156-114861706832669146?l=yendris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yendris.blogspot.com/feeds/114861706832669146/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=28763156&amp;postID=114861706832669146&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28763156/posts/default/114861706832669146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/28763156/posts/default/114861706832669146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yendris.blogspot.com/2006/05/yendris-neh.html' title='Yendris neh...'/><author><name>Yendris Krisno Syamruth</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11655917171287931389</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://1.bp.blogspot.com/_LWRkhG4mD9E/SQAanIAW_XI/AAAAAAAAAAc/rfeYutZNHvA/S220/Yendris.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
